Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 11 Januari 2010

CANDI SUROWONO

( Pedharmaan Raja Wengker )


Candi ini terletak di Pare, ± 28 km, ± 50 menit dari kota Kediri. Bangunan candi merupakan hasil karya peninggalan sejarah sebagai tempat penyucian Raja Wengker, salah satu raja pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dari Mojopahit. Wisatawan dapat juga mengunjungi bangunan terowongan / sungai bawah tanah dengan aliran air jernih dan bercabang cabang yang terletak ± 100 meter dari bangunan Candi


Kemudian di Kecamatan Pare ada wisata budaya Candi Surowono yang terletak lebih kurang 28 Km atau 50 menit perjalanan dari Kota Kediri. Bangunan candi merupakan hasil karya peninggalan sejarah sebagai tempat penyucian Raja Wengker, salah satu raja pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dari Mojopahit. Di dekat candi itu juga ada sungai bawah tanah dengan air jernih yang bercabang-cabang.

Sebagai bagian dari wilayah kerajaan, Kabupaten Kediri memiliki banyak peninggalan bersejarah yang sangat penting. Seperti Candi Tegowangi, Candi Surowono, Candi Dorok, Prasasti Pohsarang, Arca Tothok Kerot, Arca Mbah Budho, Gereja Pohsarang, Situs Calon Arang, Situs Tondowongso serta beberapa peninggalan lainnya.


Candi Surowono sebagai salah satu materi budaya Kabupaten Kediri memiliki nilai sejarah yang tinggi. Peninggalan suci Kerajaan Majapahit dengan latar belakang agama Hindu ini terletak di Pare, kurang lebih 28 kilometer, atau sekitar 50 menit dari Kota Kediri. Dulu, candi ini menjadi tempat bersuci Raja Wengker, salah satu raja fatsal atau bawahan di masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, Majapahit. Dalam kitab Negarakertagama disebutkan, Candi Surowono terletak di Visnubuvanapura, sebuah tempat pemujaan kepada Dewa Wisnu yang terletak di daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit.


Relief Candi Surowono

Dibangun pada abad ke 15, Candi Surowono memiliki banyak keunikan. Baik dari segi arsitektur maupun relief yang menggambarkan cerita Arjuna Wiwaha, Bubhuksah, Gagang Aking, dan Sri Tanjung. Sayang, bagian yang masih utuh dari candi ini hanya tinggal kaki dan tubuhnya. Bagian atap sudah rusak dan runtuh. Padahal, candi ini dibangun dengan menggunakan batu andesit berpori dan bagian pondasinya menggunakan batu merah dengan orientasi arah menghadap ke barat.


Relief Candi Surowono


Selain Surowono, candi lain yang layak dikunjungi adalah Candi Tegowangi. Candi yang terletak di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan ini juga menjadi monumen agung peninggalan Kerajaan Majapahit. Sama dengan Surowono, candi ini juga dibangun dengan menggunakan batu andesit serta pondasi bata merah yang menghadap ke arah barat. Candi Tegowangi dibangun sekitar tahun 1400 masehi. Menurut kitab Negarakertagama dan Pararaton, candi yang berjarak sekitar 45 menit dari tengah kota ini, merupakan monumen Kerajaan Majapahit pemerintahan Hayam Wuruk. Relief candi menceritakan Wayang Purwo dengan tokoh Sundamala atau kisah tentang ruwatan Durga.

Jika Candi Surowono telah hilang bagian atasnya, maka Candi Tegowangi masih memiliki Yoni pada bagian atas. Yoni ini dibuat dengan pahatan yang sangat indah serta dihiasi motif binatang dan naga. Selain itu terdapat pula batu pripih yaitu batu berbentuk bujursangkar yang memiliki sembilan buah lubang yang biasanya diletakkan pada sumuran candi. Pada batu pripih ini pula diletakkan beberapa unsur-unsur kehidupan diantaranya biji-bijian, unsur logam, dan relik abu jenasah seorang tokoh agama atau tokoh penting. Keistimewaan lain Candi Tegowangi adalah pada sudut tenggara candi induk atau berjarak sekitar 12 meter, dimana ditempat tersebut terdapat Candi Perwara dengan arah hadap yang sama dengan candi indukny

2 komentar: