Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 01 Juni 2011

DEWI KILI SUCI

SANGRAMAWIJAYA
PUTRI AIRLANGGA


Sanggramawijaya Tunggadewi adalah putri Airlangga yang menjadi pewaris takhta Kahuripan, namun memilih mengundurkan diri sebagai pertapa bergelar Dewi Kili Suci.


JABATAN SANGRAMAWIJAYA

Pada masa pemerintahan Airlangga, sejak kerajaan masih berpusat di Watan Mas sampai pindah ke Kahuripan, tokoh Sanggramawijaya menjabat sebagai rakryan mahamantri alias putri mahkota. Gelar lengkapnya ialah Rakryan Mahamantri i Hino Sanggramawijaya Dharmaprasada Uttunggadewi. Nama ini terdapat dalam prasasti Cane (1021) sampai prasasti Turun Hyang I (1035).


Pura Penataran Agung Kili Suci

Pada prasasti Pucangan (1041) nama pejabat rakryan mahamantri sudah berganti Sri Samarawijaya. Saat itu pusat kerajaan sudah pindah ke Daha. Berdasarkan cerita rakyat, Sanggramawijaya mengundurkan diri menjadi pertapa di Gunung Pucangan bergelar Dewi Kili Suci.


KEISTIMEWAAN KILI SUCI

Tokoh Dewi Kili Suci dalam Cerita Panji dikisahkan sebagai sosok agung yang sangat dihormati. Ia sering membantu kesulitan pasangan Panji Inu Kertapati dan Galuh Candrakirana, keponakannya. Dewi Kili Suci juga dihubungkan dengan dongeng terciptanya Gunung Kelud. Dikisahkan semasa muda ia dilamar oleh seorang manusia berkepala kerbau bernama Mahesasura. Kili Suci bersedia menerima lamaran itu asalkan Mahesasura mampu membuatkannya sebuah sumur raksasa.


Sumur raksasa pun tercipta berkat kesaktian Mahesasura. Namun sayang, Mahesasura jatuh ke dalam sumur itu karena dijebak Kili Suci. Para prajurit Kadiri atas perintah Kili Suci menimbun sumur itu dengan batu-batuan, Timbunan batu begitu banyak sampai menggunung, dan terciptalah Gunung Kelud. Oleh sebab itu, apabila Gunung Kelud meletus, daerah Kediri selalu menjadi korban, sebagai wujud kemarahan arwah Mahesasura.

Goa Selomangkeng
Pertapaan Dewi Kili Suci


Dewi Kili Suci juga terdapat dalam Babad Tanah Jawi sebagai putri sulung Resi Gentayu raja Koripan. Kerajaan Koripan kemudian dibelah dua, menjadi Janggala dan Kadiri, yang masing-masing dipimpin oleh adik Kili Suci, yaitu Lembu Amiluhur dan Lembu Peteng. Kisah ini mirip dengan fakta sejarah, yaitu setelah Airlangga turun takhta tahun 1042, wilayah kerajaan dibagi dua, menjadi Kadiri yang dipimpin Sri Samarawijaya, serta Janggala yang dipimpin Mapanji Garasakan.

4 komentar:

  1. Setelah membaca silsilah dari puri pemecutan, kami parisada Hindu Dharma kota kediri(PHDI) mengundang bapak/Ibu dari puri pemecutan untuk pedek tangkil ke Pura penataran Agung kilisuci, yang mana lokasi pura berada di lingkungan goa selomangleng.
    Silahkan mennghubungi :
    1. drh ketut widanan,MM
    Ketua PHDI ( 08123238954)
    2. I Gusti ngurah Wenten, ST
    Wakil ketua PHDI ( 081259511999)
    3. I Gede Suniarta
    Sekretaris PHDI ( 081335778680)

    BalasHapus
  2. Om Swasti Astu ,Nggih nanti pasti kami akan kesana tangkil ke pura penataran agung kilisuci suksme atas udangannya salam dari kami warga puri agung pemecutan untuk warga disana, Om Canti canti Canti Om

    BalasHapus
  3. TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA, KAMI BERMAKSUD MENGUNDANG WARGA PURI PEMECUTAN, BAHWA PIODALAN PURA PENATARAN AGUNG KILISUCI AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 10 DESEMBER 2011, BERTEPATAN DENGAN PURNAMA KEENEM. BESAR HARAPAN KAMI PENGELINGSIR PURI BERKENAN PEDEK TANGKIL.

    BalasHapus
  4. Saya punya patung dewi kilisuci terbuat dari emas muda. patung tersebut mau saya jual. untuk informasi gambar patung yang akan saya jual hubungi: Martin Simorangkir hp: 081333398787 atau email: martinsimorangkir@hotmail.com, FB: Martua Martin Simorangkir

    BalasHapus